Positive Intelligence: Procrastinate is My Middle Name

Your mind is your best friend. But it can also be your worst enemy. Cenah. Kata website Positive Intelligence. Kemudian dibawahnya ada animasi lucu yang menggambarkan dua kutub mood–if I might say.

Jadi kalau kata websitenya, di otak kita itu ada bagian yang membentuk pola pikir kita, tapi ada juga bagian yang menyabotase hidup kita. Jadi supaya kita lebih bisa mengontrol pikiran dan meminimalisir self sabotage itu, makanya kita harus punya yang namanya positive mindset. Aduh bun, saya tidak pandai menjelaskan, intinya dibaca sendiri ya disini hehe.

Sebenarnya tujuan dari post ini adalah untuk bercermin dan mencoba membaca hasil Positive Intelligence test saya in the go. Jadi yaa saya baru baca hasilnya ketika saya menulis ini. Sama sekali tidak ada tendensi menggurui, sok tahu (ya kalau ada sedikit mohon maaf ya), ataupun merasa paling ahli di sini. Disclaimer first, this is just for fun. Jadi jangan berharap saya tau why dan how nya karena saya hanyalah manusia biasa yang kerjanya bacain webtoon dan kalau siang googling how to search string in folder using PowerShell command.

Hasil Positive Intelligence saya.

Avoider

Focusing on the positive and pleasant in an extreme way. Avoiding difficult and unpleasant task and conficts.

Oke, dari hasil tesnya, ternyata I’m most likely an avoider. Saya mengamini! Wkwkwk. Kalau menilai diri sendiri, saya bisa menyebut diri sendiri ini kuat menghadapi pressure dan challenge, tapi memang suka berkelit licin kaya belut. Dikerjain kok, tapi nanti, tunggu mood, tunggu mepet deadline, tunggu ditagih massa dulu. Akhirnya hasilnya tidak maksimal karena terburu-buru, banyak yang skip, dan seadanya saja.

Selain procrastinate on unpleasant tasks, ternyata karakteristik si avoider ini juga menghindari konflik and play peacemaker role. Yang kalau dongkolnya terus-terusan menumpuk sampai tidak terbendung malah jadi silent treatment karena takut apa yang keluar dari mulut waktu marah malah akan menyakiti orang lain. Dan takut nangis juga karena saya gembengnya bukan main. Saya sadar punya mindset kaya gini karena saya malas basa-basi sama orang, malas manis-manis lidah, malas bikin gara-gara. Memang rasanya sesak dan kadang kalau sudah ngga kuat bisa bikin tiba-tiba mellow sendiri sampai ansius. Ada masa-masanya saya terus-terusan mikir sampai kebawa mimpi, bisa ngga ya lulus s2? Bisa lolos certification exam ngga ya? Aduh rumah kok berantakan, kok aku ngga bisa kaya ibu-ibu housetagram yang rumahnya rapi, bersih, dan ciamik? Kapan aku kaya ya? Dan pikiran-pikiran lainnya endebray endebray. Padahal jawaban dari semua pikiran-pikiran itu ya di depan mata, “Ya makanya gerak, jangan dipikirin doang.” Mau lulus ya tesisnya dikerjain, diketik, ditulis, bukan dipikirin doang. Karena aslinya, di kepala itu sudah baguuus banget gambarannya, udah tau apa yang mau dikerjain, apa yang mau ditulis, tapi suka ngga mulai-mulai karena bingung musti mulai dari mana. Ooh benar, mungkin saya jadi avoider salah satu sebabnya juga karena suka bingung ya mulainya dari mana ya.

Hyper-Achiever

Dependent on constant performance and achievement for self-respect and self-validation. Highly focused on external success, leading to unsustainable workaholic tendencies and loss of touch with deeper emotional and relationship needs.

Oke lanjut yang kedua dan lumayan drastis skornya adalah Hyper-Archiever. Sebuah kombo yang mantap, bukan sih? Udah mah doyan nunda-nunda, eh perfeksionis juga. Jadinya di awal susah mulai, begitu mulai malah strive for perfection, tapi sayangnya kesempurnaan hanya milik Allah, terus jadi sebal kok gini sih, ujungnya ah nanti ajalah, dan berakhir ngga dikerjain-kerjain juga deh.

Sebenernya kalimat kedua di atas agak bukan saya sih, karena saya love rebahan, suka leyeh-leyeh, dan tentu tidak workaholic. Ada sebagian kecil dari diri saya yang pingin ngerjain sesuatu dengan seeempuuurnaaa dan lebih dibanding orang lain, tapi saya juga nriman dan legowo jadi yaa ngga papa deh segini aja. Kalau orang lain bisa kenapa saya harus bisa? Prinsip hidup baru sejak memasuki bangku kuliah. Karena capeeek tauuu kalau kompetisi terus tuh. Ngga suka saya kalau hidup yang cuma sekali ini dibikin balapan.

(Aslinya ngeles karena ngga bisa kaya orang-orang lain yang keren.)

Setelah membaca deskripsinya, ternyata saya ngga gitu-gitu amat. Saya perfeksionis dalam pikiran namun tidak dalam perbuatan. Dari pada ngga sama sekali hayo? adalah jalan ninja saya. Nyambung sama trait yang pertama, kalau kerjaannya menyenangkan saya cepat dan sempurna kok ngerjainnya. Contohnya satu bulan setelah come back dari cuti melahirkan ini, tiket-tiket kerjaan saya selesai satu dua hari setelah dikasih dan saya going the extra miles dalam ngerjainnya. Karena apa? Karena gabut. Tapi kalau lagi banyak yang harus dikerjain, mumet, senewen, ya yang penting jadi saja hehehe.

Hyper-Achiever traits

Saaaangat bukan saya. Intinya saya perfeksionisnya musiman.

Victim

Emotional and tempramental as a way to gain attention and affection. An extreme focus on internal feelings, particularly painful ones. Martyr streak.

Alhamdulillah skornya cuma 5 karena I cannot say this is me. Saya ngga caper dan haus kasih sayang dari orang lain karena saya sudah merasa cukup fulfilled. Cannot say that I’m happy–that’s a deep feeling–but I’m content. I’ve got friends (not many but I definitely have some), I’ve got Bojo to cuddle, got Kiwi to snuggle, got Obong to huggle. I’ve got a nice place to sleep, food to eat, and money to spent. I’m enough and not seek for more. Kayanya intinya adalah saya bersyukur atas apapun di diri saya sekarang, jadi tidak merasa jadi korban di kasus apapun.

Ada satu point yang saya merasa relate tapi sisanya tidak; when things get tough, want to crumble and give up. Kalau lagi mumet dan capek tuh rasanya ingin mlungker ndekem di bawah selimut aja gitu ngga sih?

Hyper-Rational

Intense and exclusive focus on the rational processing of everything, including relationships. Can be percieved as cold, distant, and intellectually arrogant.

Ini tuh trait yang kaya di film-film gitu ya? I can say that I’m balanced between rational and emotional, sometimes more emotional than I realize. Saya ngga baperan dan let everything flow as it is karena saya yakin orang punya hidup dan pilihannya masing-masing. Ngga bisa terlalu rasional karena kelebihan manusia kan salah satunya punya emosi ya, biar pilihan yang diambil lebih manusiawi dan ngga egois. Tapi ngga bisa terlalu emosional juga soalnya ya punya otak buat apa kalau ngga dipakai mikir. Ini saya ngomong apa sih, sudah mulai mabuk kayanya. Ya gitu deh ya pokoknya.

Kalau kata Bojo, jadi orang itu harus bisa melihat situasi dan memposisikan diri. Kapan harus pakai otak, kapan emosi harus lebih jalan. Jadi pintar, tapi juga harus jadi peka.

Lalu karena 5 saboteur terbawah itu terlalu kecil skornya yang artinya most likely it isn’t about me, jadi tidak usah dibahas ya hehe. Saya tuliskan saja deskripsi awalnya.

Stickler: Perfectionism and a need for order and organization taken too far.
Controller: Anxiety-based need to take charge and control situations and people’s actions to one’s own will. High anxiety and impatience when that is not possible.
Restless: Restless, constantly in search of greater excitement in the next activity or constant busyness. Rarely at peace or content with the current activity.
Pleaser: Indirectly tries to gain acceptance and affection by helping, pleasing, rescuing, or flattering others. Loses sight of own needs and becomes resentful as a result.
Hyper-Vigilant: Continuous intense anxiety about all the dangers and what could go wrong. Vigilance that can never rest.

Sekian cuap-cuapnya, monggo kalau mau dicoba sendiri untuk tau apa saboteur teman-teman hehe. Saya pribadi suka ikut kuis-kuis ginian tapi buat asik-asikan aja. Jangan sampai karena membaca hasilnya jadi terpengaruh sekali, kalau berubah jadi lebih baik tentu bagus banget. Tapi buat saya, your mind is shaping you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s