Opini: Terorisme di Surabaya

Hai. Mau nulis pendapat pribadi tentang rusuhnya bom di Surabaya dan Sidoarjo kemarin. Ini cuma pendapat aja ya, bukan hasil riset dan saya juga ilmunya masih sangat cetek.

Jadi kemarin kabarnya ada pengeboman yang katanya dilakuin sama JAD yang notabene anteknya ISIS di salah satu gereja di Surabaya. Banyak banget sumber yang cerita tentang masalah ini, lha wong di line today aja jadi breaking news yang ngalahin berita Lucinta Luna hamil.

Kalau menurut saya sih, terlepas dari apapun agama pelaku dan agama korban, ini tuh hal yang sangat salah. Ini ya yuk mari lihat bareng bareng dari Al-Quran, walaupun ga ditafsirkan dan hanya lihat dari terjemah ayatnya aja ini sudah bisa menjelaskan kok. Ini ayatnya sekalian saya tulis utuh seutuh-utuhnya ya biar nggak ada yang mikir saya memotong al-Quran demi argumentasi yang caem.

1. Al Baqarah (2:190-191)
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.“(190)
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.“(191)

Kita baru boleh perang kalau diperangi duluan. Kita boleh mengusir kalau kita diusir duluan. Kalau nggak kan berarti kondisinya damai, untuk apa mengada-adakan masalah dengan mengusir mereka, apalagi pakai bom yang nggak hanya mengusir tapi juga membunuh. Dan di akhir ayat 190 juga jelas, Allah nggak suka orang-orang yang melampaui batas. Dan jujur menurut saya mengebom dengan alasan jihad itu melampaui batas.

2. Muhammad (47:4)
Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan, sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka.

Mau menyoroti beberapa hal terkait ayat di atas. Yang pertama, setahu saya saling menyakiti atau membunuh itu hanya halal di medan perang. Kalau dalam keadaan damai, ya untuk apa bikin masalah dengan menyakiti orang lain kan? Logika sederhana aja sih hehe. Yang kedua, ada beberapa sumber yang mengartikan ayat ini itu memukul batang leher sebatas melumpuhkan gerak mereka, jadi nggak sampai membunuh atau sengaja menyiksa gitu. Terus saya pernah baca novel Al Fatih dan bisa mengambil sedikit gambaran kalau misal tawanan perang itu sudah membayar denda, ya mereka bebas, nggak lagi ditawan atau disakiti.

3. Al Maidah (5:32)
Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

Ini udah jelas sih, kalau ngebom sudah otomatis membunuh banyak orang yang bahkan belum tentu dia bersalah. Bisa jadi malah orang-orang Islam kan yang terbunuh.

Dan ada hadits (walaupun saya nggak bisa jelasin keshahihannya tapi ini sudah sering sekali disitasi jadi InsyaAllah shahih, apalagi isinya juga kebaikan) yang menjelaskan peraturan-peraturan saat di medan perang.

“Dengarkan, wahai orang-orang, karena aku akan memberitahukan kepadamu sepuluh peraturan untuk membimbingmu dalam medan perang. Jangan melakukan pengkhianatan dan jangan menyimpang dari jalan yang benar. Kalian tidak boleh memutilasi mayat musuh. Jangan membunuh anak-anak, ataupun perempuan, ataupun orang tua. Jangan merusak pepohonan, dan jangan pula membakarnya, terutama pepohonan yang subur. Jangan membunuh hewan ternak musuh, kecuali untuk dijadikan makanan. Kalian harus mengampuni orang-orang yang mengabdikan diri mereka untuk urusan keagamaan; jangan ganggu mereka.” (HR Bukhari, Sunan Abu Dawud)

Dalam perang yang membela agama dan harus mempertahankan diri aja lho larangannya ada banyaaaaak banget. Gimana kalau dalam kondisi damai, nggak ada masalah, tentram gitu? Ngapain memicu perang?

Saya bener-bener nggak paham sama cara berpikir ISIS atau JAD atau terorisme kaya gini (boleh nggak sih saya nyebut ini aksi terorisme). Barusan ngecek arti terorisme di KBBI terus hasilnya ini:

terorisme/te·ror·is·me/ /térorisme/ n penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror;

Boleh lah ya pakai istilah terorisme di sini karena ya ini sudah jelas pakai kekerasan. Lanjut. Ada yang bilang ISIS ini mengatas namakan agama Islam dan menganggap apa yang mereka lakukan itu adalah jihad. Sumpah saya nggak ngerti, dari mana nya jihad gitu lho. Soalnya ya, pakai logika sehat aja, siapa yang mau memicu peperangan, bikin kerusuhan, kalau kondisi biasa pun baik-baik saja (sementara netijen sumbu pendek coret dulu lah ya). Kalau kaya gini kondisinya kan jadinya menyebar ketakutan, memunculkan pendapat-pendapat yang bikin saling terpecah belah walaupun saya yakin niatnya sama-sama baik. Yaaa saya nggak nyalahin siapa-siapa kok, cuma gemes aja apa ISIS itu nggak bisa ngelakuin hal-hal yang lebih bermanfaat, misalnya bikin pengajian, bagi-bagi takjil mumpun bentar lagi Ramadhan, daripada bagi-bagi bom. Udah bikinnya mahal, susah, bahaya, duh banyak mudharatnya pokoknya.

Lalu ini pendapat saya lagi tentang komentar-komentar oleh netijen. Ya saya juga netizen yang ikut komentar sih hehe.

Jujur yaaaa, ikut berkomentar kan kadang kata-kata yang kita gunakan itu nggak tepat menggambarkan apa yang ingin kita sampaikan dan banyak orang dengan cara berpikir yang beda, sudut pandang yang beda, pemahaman yang beda, yaa orang kan juga bisa mengartikan apa yang kita sampaikan berbeda-beda. Mungkin ada yang bisa mengambil hikmah dan melihat hal positifnya aja, atau mungkin malah ada yang sumbu pendek meledak dan malah ngomporin, ada aja kan orang wkwkw. Sama halnya sih dengan postingan ini hehe yang panjangnya udah kaya laporan praktikum aja tapi isinya juga sama-sama mengomentari orang. Tapi aku mencoba untuk tidak mem-blame siapaun koq. Semoga. Nah jadinya kan malah muncul banyak perpecahan akibat komentar-komentar orang-orang.

Kalau menurut saya sih ya, ya nggak apa komentar tapi kontennya harus diperhatiin. Nggak asal menyalahkan satu pihak gitu. Kalau dalam kasus ini itu Islam radikal, terorisme, aksi jihad, dst dst itu. Kalau kata guru saya dulu waktu di madrasah, Islam itu satu, Islam rahmatan lil ‘alamin. Nggak ada yang namanya Islam radikal, Islam kejawen, Islam KTP, dst dst gitu. Tuhan yang disembah ya cuma Allah. Kalau rahmatan lil ‘alamin nih ya, rahmat itu kasih, mengasihi. ‘Alamin itu seluruh alam. Jadi kasih yang Allah berikan itu nggak pandang bulu gitu lhooo, mau Islam, Kristen, Hindu, kulit hitam putih hijau ungu, manusia tanaman hewan, yaaa seluruh alam Allah kasihi. Saya nggak pernah diajarin Islam radikal yang mengatasnamakan aksi terorisme sebagai jihad, nggak paham bray.

Terus kalau sudah terjadi bencana gini, menurut saya udah nggak bisa mengotak-kotakkan lagi agama orang-orang. Ini masalah humanity, kebebasan beribadah nggak ada. Lha wong ada lho cerita orang kristen aja gandengan tangan lho untuk melindungi orang muslim yang lagi ibadah, kenapa ini yang ibadahnya tidak menyakiti siapapun disakiti atas nama ibadah? Mana ada gitu lho, duh saya pingin nangis ngetik ini. Saya tuh pingiiin gitu, daripada rebutan komentar, kenapa kita nggak rebutan nolong aja, atau seminimal-minimalnya rebutan mendoakan. Semoga diberi kekuatan, semoga ada musibah ini nggak bikin kita tercerai-berai, semoga yang melakukan diberi kesadaran, semoga semoga yang baik lainnya kan nggak papa gitu lhoooooo 😦

Ya saya juga sadar diri kalau saya ini cuma kulit cabe yang nyangkut di gigi. Tapi saya pingin semua orang sama-sama merapatkan barisan, sama-sama bergerak atas nama humanity, nggak sibuk menghujat satu sama lain. Ya ini lho kesempatan kita bersatu terus menunjukkan ke teroris-teroris itu kalau mereka itu cupu, kita nggak akan segoyah itu dengan mudah. Yang Islam juga punya iman. Yaaa, saling bantu minimal. Karena nggak akan ada yang tau, mungkin besok saudara kamu yang jadi korban, mungkin kamu, atau bahkan saya.

Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s